Rumah berfungsi untuk bertemunya semua eleman keluarga, berlindung dari teriknya matahari, dari derasnya hujan dan bahkan juga tempat istrahat bersama di malam hari. Kita dapat saja membeli rumah yang paling bagus dan mewah, namun kita tidak akan pernah bisa membeli kebersamaan dan keharmonisan keluarga. Kita tidak akan pernah dapat membeli tata krama keluarga yang baik, kita tidak akan pernah mampu membeli kebahagiaan suami, istri, anak dan seisi rumah. Itu semua hanya bisa tercipta dari suasana hati yang takut akan Tuhan, hidup dalam pimpinan Roh Kudus.
Kita dapat saja membeli tempat tidur yang paling mahal, palimg mewah di dunia ini, namun kita tidak akan pernah mampu membeli tidur indah dan pulas dalam kehidupan ini. Ada bnyak orang yang jatuh sakit hanya kerena tidak mampu tidur dengan sempurna akibat persoalan hati yang ia miliki. Oleh sebab itu, semuanya itu tergantung bagai mana kita menyikapinya. Dari sisi luar pemikiran dan tubuh anggota keluarga, kondisi lingkungan juga sangat mempengaruhi suasana hati kita dan kenyamanan tempat tinggal kita.
Rumah
harus ditata sebaik mungkin dan selalu diupayakan agar mampu memancarkan roh
kasih sayang. Ada
damai di rumah, ada
saling merindukan antara anggota keluarga ,tanpa
pertengkaran. Ada
uluran tangan untuk membantu orang yang membutuhkan sehingga semua anggota
keluarga selalu ingin segera kembali ke rumah
setelah tugas-tugas rutin selesai. Ada rasa
rindu bertemu dengan seisi rumahnya.
Khusus
untuk anak-anak, dunia
di luar rumah banyak menawarkan hal-hal menarik seperti: mall, ada tempat
olah raga
yang menyenangkan, ada
perpustakaan dan lain-lain, tetapi setelah itu selesai
dilakukan ada keinginan segera kembali ke rumah, dimana ada
kasih sayang. Fakta
yang kita lihat sekarang adalah penyakit yang tidak rindu segera kembali ke rumah
karena anak-anak sudah kecanduan bermain games di warnet. Mereka sanggup
duduk berjam-jam di
sana, tetapi tanpa disadari bahaya
pertumbuhannya. Mereka
lebih senang seharian di warnet dari pada kembali
ke rumah.
Mengapa
demikian? Itu terjadi karena anak itu
tidak menemukan kasih sayang di rumah. Bagaimana
supaya hal demikian tidak terjadi? Hanya ada satu hal:"Ciptakan Kasih sayang
di rumah". Hubungan
mesra bagi yang berpasangan sampai kakek-nenek harus dipelihara secara
terus-menerus, sepanjang
masa, pada
usia berapa saja. Dengan
memberi teladan yang sangat jelas, maka membina
anak/menantu akan jauh lebih mudah dari pada memberi
nasehat melalui seribu kata-kata. Demikian juga pembinaan
kepada para cucu. Apabila pembinaan keluarga dapat berhasil, setapak demi
setapak, maka
kehidupan ini, juga
akan terasa semakin indah. Hidup yang terasa indah ,juga
berpengaruh baik terhadap kesehatan tubuh. Coba
bayangkan dengan kehidupan yang dirasakan sebagai suatu kepahitan. Muka cepat
berkerut, Kebahagiaan
sulit diraih, karena
yang ada dalam hidupnya kebanyakan mengeluh. Hidup diusia lanjut akan terasa
menyenangkan dan bahagia, apabila kita dapat memiliki
sbb:
1. Kesehatan
yang sebaik mungkin.
2. Keluarga
yang harmonis,tidak bermasalah.
3. Keuangan
yang mencukupi,tanpa berlebihan ataupun kekurangan (Amsal 30 : 7 – 9)
4. Hidup
secara wajar,mandiri,terhormat dan bermakna.
Keuangan
yang mencukupi, tanpa
kekurangan pada usia lanjut sangat penting, tetapi keuangan yang mencukupi
bukan hadiah yang dengan dengan tiba-tiba melainkan
bekal yang disiapkan sendiri sejak dini. Jadi
sejak usia muda setiap orang harus mempersiapkan diri, dengan
menabung dan menyimpan uang tabungannya dalam berbagai investasi yang baik, bukan
gambling.
Investasi
pertama yang penting adalah memiliki rumah tinggal sendiri, yang lokasi
dan luasnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Jikalau
masih belum dikaruniakan Tuhan buat kita, kita dapat kontrak sesuai kebutuhan kita dan usahakan
tidak nebeng di rumah orangtua/mertua.
Rumah tinggal itu adalah investasi yang paling baik dan sangat penting untuk
kemudian hari.
Setelah
itu kalau kita mampu menahan diri untuk tidak membeli barang-barang konsumtif, maka
kemampuan menabung akan meningkat, dana
tersebut bisa kita alokasikan untuk pendidikan anak-anak, atau membeli
ruko untuk usaha sampingan. Selamat
menabung bagi keluarga muda,dan jangan boros membelikan kepada hal-hal yang
tidak berguna. Tetapi, jangan
sampai merampok hak orang lain, hidup lah tetap dalam Tuhan.
Sarmulia Sinaga,S.T.,M.T.
Jl. Sawit Raya No.69 Simalingkar Medan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar